Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

Andritany Seorang Diri Angkat Persija dengan Save Terbanyak Liga 1, Bakal Dipanggil Shin Tae-yong?

Najmul Ula - Kamis, 27 Januari 2022 | 16:14 WIB
Penjaga gawang Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa, sedang menangkap bola dalam laga pekan pertama Liga 1 2021 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, 5 September 2021.
MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM
Penjaga gawang Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa, sedang menangkap bola dalam laga pekan pertama Liga 1 2021 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, 5 September 2021.

BOLANAS.COM - Andritany Ardhiyasa mengumpulkan save terbanyak di Liga 1 musim ini, performa yang melebihi kiper pilihan Shin Tae-yong.

Kiper Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa, sedang mencapai puncak performa biarpun klubnya terjerembab di papan tengah.

Terbaru, Andritany Ardhiyasa melakukan tujuh save saat Persija Jakarta menaklukkan Persita Tangerang, Rabu (26/1/202).

Andritany Ardhiyasa yang kini berusia 30 tahun itu bisa dibilang adalah kiper dengan performa terbaik di Liga 1 2021/22.

Baca Juga: 14 Laga Mandul di Tangan Alessio, Taufik Hidayat Tiba-tiba Nyekor Berkat Polesan Sudirman

Andritany pernah dianggap sebagai penjaga gawang terbaik Tanah Air, terbukti dari jabaten kiper utama timnas Indonesia di era Luis Milla.

Hanya saja, Andritany tampak menukik setelah ditaklukkan Uni Emirat Arab dalam babak adu penalti di Asian Games 2019.

Performa Andritany tersebut tak membantu timnas Indonesia, yang kemudian menelan lima kekalahan beruntun di Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Pelatih baru timnas Indonesia, Shin Tae-yong, juga memutuskan tak lagi memanggil Andritany.

Baca Juga: Jumpa Filipina di Laga Terakhir, Pelatih Timnas Wanita Indonesia Isyaratkan akan Rotasi Pemain

Editor : Najmul Ula
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.