Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

Dengan Jadwal Liga 1 Seperti Sekarang, Satu Tahun Tak Cukup Buat Memutar Kompetisi!

Najmul Ula - Sabtu, 3 Juni 2023 | 04:30 WIB
Skuad PSM Makassar merayakan kemenangan atas Madura United pada pekan ke-32 sekaligus mengunci gelar juara Liga 1 2022/2023.
PSMMAKASSAR
Skuad PSM Makassar merayakan kemenangan atas Madura United pada pekan ke-32 sekaligus mengunci gelar juara Liga 1 2022/2023.

BOLANAS.COM - PSSI membuat Liga 1 2023/24 berlangsung melelahkan selama 11 bulan, kontinuitas kompetisi dipertaruhkan.

PSSI membuat kompetisi Liga 1 2023/24 menjadi lebih panjang dari biasanya, dan mengancam kalender kompetisi musim depan.

Draf jadwal Liga 1 2023/24 keluaran PT LIB telah beredar, dengan kompetisi dimulai 1 Juli 2023 dan berakhir pada 28 Mei 2024.

Artinya, Liga 1 2023/24 berpotensi menjadi kompetisi terpanjang di dunia dengan durasi 11 bulan!

Baca Juga: Bagus Kahfi Akui Buang Waktu di Eropa, Cuma Marselino Ferdinan yang Paling Mungkin Taklukkan Benua Biru

Divisi Championship (kasta dua Liga Inggris) yang diikuti 24 tim saja "cuma" berlangsung 10 bulan, bahkan 9 bulan 2 pekan untuk yang tak mengikuti play-off.

Molornya durasi Liga 1 disebabkan ide PSSI era Erick Thohir untuk menggelar final series bagi empat tim teratas.

Liga 1 fase reguler dapat diselesaikan pada 28 April 2024, atau selama 10 bulan dan bisa dianggap durasi normal.

Namun empat tim teratas mendapatkan beban empat pertandingan tambahan, yang membuat mereka baru selesai pada 28 Mei 2024.

Baca Juga: Tiket Liga Champions Asia Dipertaruhkan, PSM Makassar Cuma Berlatih 5 Hari Sebelum Tantang Bali United

Dengan adanya final series tersebut, timeline Liga 1 tak akan sama pada tiap musimnya.

Sebagai contoh, Premier League selalu memulai kompetisi pada Agustus, lalu berakhir pada Mei tahun berikutnya.

Dengan beban pertandingan final series di Liga 1, kompetisi tak akan digelar secara kontinu seperti Premier League.

Timeline satu musim kompetisi seyogianya seperti berikut: latihan pramusim, kompetisi penuh, dan libur akhir musim.

Tiga tahap tersebut harus dilangsungkan dalam 12 bulan, agar kompetisi dapat dimulai secara kontinu tiap tahunnya.

See Jontor FC menggelar diskusi bertajuk Untung Rugi Format Baru Liga 1 2023/2024
Istimewa
See Jontor FC menggelar diskusi bertajuk Untung Rugi Format Baru Liga 1 2023/2024

Dengan asumsi Liga 1 baru berakhir pada 28 Mei 2024, seluruh pemain dari empat tim peserta final series akan membutuhkan minimal empat pekan libur akhir musim.

"Libur off season: periode yang diberikan kepada pemain di antara dua musim, tanpa berlatih dan bertanding, dengan tujuan recover (pemulihan) dan regenerate (pemerbaruan)," demikian pedoman FIFPro.

"Libur off season adalah sebuah kewajiban, harus setidaknya 28 hari dan harus dilakukan di luar lingkungan klub dan tim nasional."

Baca Juga: Menerka Alasan Kim Pan-gon Menolak Argentina, Timnas Malaysia Memilih Bergumul Sesama Tim Lemah

Jika empat tim peserta final series baru bisa berlatih pada akhir Juni, maka Liga 1 2024/25 otomatis tak bisa dimulai pada Juli.

Bisa dikatakan, Liga 1 2023/24 memakan waktu selama lebih dari 13 bulan untuk diselesaikan.

Dimulai dari masa pramusim pada Juni 2023 (beberapa tim bahkan sejak Mei 2023), kompetisi pada Juli-Mei), lalu libur akhir musim pada Juni 2024.

Liga 1 2024/25 secara realistis baru bisa digelar pada bulan Agustus 2024, dan jika kompetisi musim itu tetap akan berlangsung selama 11 bulan, maka musim 2025/26 baru digelar pada September 2025, dan seterusnya.

Baca Juga: Koneksi Witan Sulaeman, Persebaya Datangkan Eks Rekan Setim Pemain Indonesia di Liga Serbia

Nikmati berita olahraga pilihan dan menarik langsung di ponselmu hanya dengan klik channel WhatsApp ini: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5rhNElagvAjL1t92P
Editor : Najmul Ula
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.