Penjelasan Shin Tae-yong Usai Dibantai 0-5 oleh Iran, Tiga Gol Hadiah dari Pemain Indonesia

Najmul Ula - Rabu, 10 Januari 2024 | 09:06 WIB
Bek timnas Indonesia Jordi Amat (kanan) saat menguasai bola dalam laga uji coba melawan Iran di Al Rayyan Sports Club Training, Qatar, Selasa (9/1/2024).
Dokumen PSSI
Bek timnas Indonesia Jordi Amat (kanan) saat menguasai bola dalam laga uji coba melawan Iran di Al Rayyan Sports Club Training, Qatar, Selasa (9/1/2024).

BOLANAS.COM - Timnas Indonesia terindikasi tak cakap bermain di level tertinggi seturut kekalahan telak terbaru dari Iran.

Kabar buruk bagi fans Tanah Air, timnas Indonesia gagal menambah kepercayaan diri menjelang Piala Asia 2023.

Piala Asia 2023 di Qatar hanya berjarak dua hari, tetapi tim Garuda justru menambah hasil buruk pada pertandingan pemanasan.

Teranyar, Indonesia takluk dari Iran dengan skor 0-5 pada laga uji coba di Doha, Selasa (9/1/2024).

Iran bermain dengan 10 orang sejak menit ke-35 hingga akhir babak pertama, sehingga kekalahan telak itu terasa lebih memalukan dari sebelumnya.

Dominasi Team Melli langsung terlihat selepas kick-off, saat pemain Brighton Shaman Ghoddoos membuka skor pada menit ke-2.

Terdapat dua gol lagi pada babak pertama, yaitu melalui Roozbeh Cheshmi dan Saman Fallah.

Babak kedua digunakan Iran untuk menjaga kontrol permainan dan menambah dua gol, melalui dua kali aksi Mehdi Ghayedi.

Skor 0-5 pada laga ini merupakan kekalahan ketiga beruntun bagi Indonesia pada masa persiapan Piala Asia 2023.

Baca Juga: Hasil Uji Coba Indonesia Vs Iran, Pasukan Shin Tae-yong Diberondong Lima Gol Tanpa Balas

Usai pertandingan, Shin Tae-yong menyoroti para pemainnya yang masih melakukan kesalahan berakibat gol.

"Pemain sudah berjuang dan kerja keras di lapangan," ujar Shin di laman resmi PSSI.

"Memang ada beberapa kesalahan dari lini belakang kita, apalagi ada tiga gol yang merupakan hasil dari kesalahan kita sendiri."

Hadiah dari pemain Indonesia untuk Iran tersebut memperlihatkan penggawa Garuda berada di level berbeda dibanding Iran.

Iran memiliki pemain dengan kemampuan intensitas tinggi, sedangkan pemain Indonesia tak mampu menyamainya.

Hal tersebut sangat mengkhawatirkan mengingat tim Merah Putih akan berjumpa tim terbaik Asia, Jepang, di turnamen sesungguhnya.

"Ke depannya lawan akan lebih banyak menguasai bola," ucap Shin.

"Karenanya kita akan melatih situasi itu, agar pemain bisa mencari celah untuk menyerang balik dan menciptakan peluang yang baik," jelasnya.

Baca Juga: Kabar Gembira, Timnas U-20 Indonesia Akhirnya Dapat Lawan Uji Coba

Rafael Struick dkk kini hanya punya enam hari untuk menghadapi laga pertama.

Partai pembuka Piala Asia 2023 tersebut yaitu melawan Irak pada Senin (15/1/2024).

Baca Juga: Sibuknya Elkan Baggott di Akhir Bulan: Main Lawan Jepang, Tampil di Piala FA, Diakhiri Urus Peminjaman


Editor : Najmul Ula
Sumber : PSSI
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.