Pelajaran dari Leg Pertama Semifinal Liga 1 Championship, Klub Indonesia Harus Terbiasa Tambahan Waktu Belasan Menit

Najmul Ula - Kamis, 16 Mei 2024 | 04:30 WIB
Aksi penyelamatan kiper Bali United, Adilson Maringa, yang menggagalkan eksekusi penalti striker Persib Bandung, David da Silva, pada leg pertama semifinal Championship Series Liga 1 2023/2024.
BALIUTD.COM
Aksi penyelamatan kiper Bali United, Adilson Maringa, yang menggagalkan eksekusi penalti striker Persib Bandung, David da Silva, pada leg pertama semifinal Championship Series Liga 1 2023/2024.

BOLANAS.COM - Keberadaan VAR membuat laga semifinal Liga 1 Championship 2023/24 berlangsung dengan tambahan waktu ekstra panjang.

Indonesia terbilang terlambat mendapatkan fenomena tambahan waktu berdurasi melelahkan.

Di Eropa, pertandingan sepak bola berlangsung lebih lama selama beberapa tahun terakhir.

Di Liga Inggris, aturan baru tentang tambahan waktu ini diterapkan pada musim 2023/24.

Aturan tersebut bertujuan mengurangi upaya buang waktu, atau di Indonesia sering disebut guling-guling.

Dampaknya, tambahan waktu yang sebelumnya hanya berdurasi tiga-empat menit, kini memanjang menjadi belasan menit.

Di satu sisi, perubahan ini membuat suporter mendapat jaminan menonton satu pertandingan penuh tanpa terganggu pemain buang waktu.

Di sisi lain, pemain menjadi korban karena tambahan waktu dalam dua babak bisa setara dengan sepertiga pertandingan!

Raphael Varane dari Manchester United menjadi pemain paling vokal yang memprotes aturan ini.

Baca Juga: Mudarat Liga 1 Championship, Pelatih Madura United Cabut saat Kompetisi Belum Selesai


Editor : Najmul Ula
Sumber : Goal.com/en
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.